PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Metodologi PenelitianStatistika

autokorelasi

autocorrelation

Ringkasan Singkat

Hubungan statistik di mana nilai-nilai dalam rangkaian waktu berkorelasi dengan nilai-nilai mereka sendiri pada interval waktu yang berbeda.

Autokorelasi, juga dikenal sebagai korelasi serial, adalah fenomena statistik yang sering ditemukan dalam data rangkaian waktu (time-series). Hal ini terjadi ketika pengamatan pada satu waktu tertentu tidak independen dari pengamatan pada waktu sebelumnya. Dalam psikologi, ini sering terlihat dalam studi longitudinal atau pemantauan perilaku harian, di mana suasana hati atau tingkat stres seseorang hari ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh keadaan mereka kemarin.

Keberadaan autokorelasi dapat menjadi tantangan dalam analisis data karena banyak uji statistik standar mengasumsikan independensi antar sampel. Jika autokorelasi diabaikan, hasil analisis bisa menjadi bias atau tidak akurat. Untuk memvisualisasikan hubungan ini, para peneliti sering menggunakan autocorrelogram atau fungsi autokorelasi untuk melihat seberapa kuat hubungan antar variabel pada berbagai interval waktu (lag). Pemahaman tentang autokorelasi sangat penting untuk pemodelan prediksi yang akurat dalam riset psikologis dan ekonomi.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Box, G. E. P., & Jenkins, G. M. (1976). Time Series Analysis: Forecasting and Control. Holden-Day.
  • APA Dictionary of Psychology.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback